Tampilkan postingan dengan label Berita-KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita-KU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Indahnya Perbatasan SOTA


                 Memang sungguh menyedihkan keadaan negeri ini, Pemerintah RI sepertinya tidak memerdulikan tentang perbatasan, padahal kekuatan Indonesia adalah " PERBATASAN " tidak ada kata tawar-menawar lagi. Contohnya saja perbatasan Indonesia-Malaysia yang bukan lagi merupakan perbatasan, karena disana sudah masuk budaya-budaya dari luar. Bahkan desa perbatasan itu ingin memisahkan diri dari RI. Sungguh miris kita mendengarnya. Tetapi gan, rupanya masih ada orang yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi. Dia adalah seorang penjaga perbatasan RI dengan PNG ( Papua New Guinea alias Papua Nugini ). Dialah Pak Aiptu Ma'ruf (ane udah lupa nama panjangnya gan ) . Ini gan Foto Pak Aiptu Ma'ruf 

                                                                                               
              Ma’ruf adalah salah seorang polisi dari Polsek Sota. Pria kelahiran Magelang Jawa Tengah itu bertugas di Sota sejak tahun 1993. Sebelumnya ia bertugas di Mappi. Salah satu distrik yang kini dimekarkan menjadi Kabupaten. Jaraknya lebih jauh dari Bovel Digul. Pria yang lahir tahun 1967 dan suami dari Titi Handayani yang diboyongnya dari Jawa Tengah itu , kini berpangkat Aiptu Polisi. Dari perkimpoiannya itu Ma’ruf punya dua anak yaitu Adek Yulianto dan adiknya , Indah Hayati. Berkat Ma’ruf lah taman perbatasan di Sota dapat berwujud seperti sekarang ini. Dari yang semula hanya ada sebuah tugu perbatasan dan lapangan, kini sudah ada tempat berteduh, tanaman hias dan beberapa tulisan yang menegaskan keberadaan wilayah NKRI. Juga sebuah warung yang ramai pada hari Minggu yang biasanya merupakan hari kunjungan penduduk Merauke dan sekitarnya ke Sota. Dari warung itulah ia mendapatkan tambahan penghasilan. Selain itu ia juga memanfaatkan sedikit lahan di dekat taman untuk bercocok tanam ubi rambat dan gembili , yang sering dibeli oleh pelintas batas dari PNG. Dibantu oleh anak sulungnya, yaitu Adek Fitrianto yang tahun 2009 duduk di kelas dua SMP Sota, Ma’ruf memelihara taman Sota dan berusaha menyenangkan para pengunjung. Ia kini sedang mulai membangun tempat peribadatan kecil di satu pojok lain taman. Juga dengan biayanya sendiri. Mengenai warna merah putih yang menghiasi pagar dan hiasan lainnya ia mengaku mendapat bantuan cat dari PEMDA.

- " Saya membiayai sendiri hampir seluruh biaya pembangunan taman ini ", demikian Ma’ruf menjawab pertanyaan mengenai keberadaan taman mungil yang bersih dan rapi itu. Ma'ruf juga berkata tidak mendapatkan honor tambahan dari kemauannya merawat dan menjaga taman yang dibangunnya sendiri itu.

- " Dengan keadaan begini, kan orang orang pada mau datang melihat perbatasan negara kita. Kalau hari libur yang datang banyak " , tuturnya.

Dibantu oleh anak sulungnya, yaitu Adek Fitrianto yang tahun 2009 duduk di kelas dua SMP Sota, Ma’ruf memelihara taman di perbatasan itu dan berusaha menyenangkan para pengunjung. Ia kini sedang mulai membangun tenpat peribadatan kecil di satu pojok lain taman. Juga dengan biayanya sendiri. Mengenai warna merah putih yang menghiasi pagar dan hiasan lainnya ia mengaku mendapat bantuan cat dari pemda.

  Dan yang paling ane merinding ni gan , agan2 tau gak buat apa dia dia melakukan ini semua?? . Dia menjawab, " Saya ingin mengajari anak saya, mencintai negeri ini ". Sungguh besar cita-cita seorang Ayah dan pengorbanan seorang rakyat Indonesia . Jarang orang-orang yang memiliki sifat seperti Pak Ma'ruf ini. Ane berharap kedepannya akan tumbuh generasi-generasi yang bisa lebih dari Pak Ma'ruf. MAJULAH INDONESIAKU, JAYALAH INDONESIAKU TERCINTA       
 
by : ID Kaskus : Mr.KangKung (admin)
Baca Selengkapnya… Indahnya Perbatasan SOTA

Wanita Arab Mengagumin Muslimah di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Kaum wanita Arab Saudi mengagumi Muslimat Indonesia sebagai contoh modernisme, terbuka, dan ketakwaan.



" Banyak tekanan kultural di Arab Saudi. Saat ini mereka baru berjuang untuk memperoleh hak bisa mengemudikan mobil."
-- Siti Ruhaini.


Komisioner HAM Organisasi Konferensi Islam asal Indonesia, Siti Ruhaini Dzuhayatin, dalam diskusi Peran Indonesia dalam Forum HAM Internasional di Jakarta, Rabu (5/10/2011), mengatakan, dia menerima banyak pujian dari wanita Arab Saudi yang terkejut melihat kemajuan Muslimat Indonesia.
"Banyak tekanan kultural di Arab Saudi. Saat ini mereka baru berjuang untuk memperoleh hak bisa mengemudikan mobil," kata Siti Ruhaini.
Dia menjelaskan, banyak perempuan Saudi yang memiliki pendidikan tinggi bahkan titel doktor dari Eropa, tetapi tidak bisa bekerja karena banyaknya pembatasan.
Bahkan dia memiliki beberapa teman yang alumni Oxford University, tetapi tidak bisa bekerja di negeri asalnya untuk mengamalkan ilmu. Kini, di beberapa tempat sudah diijinkan dokter perempuan membuka praktek di Arab Saudi.
Beberapa wanita Saudi berpendidikan tinggi teman-teman Siti Ruhaini terkejut saat mengunjungi Indonesia. Muslimat Indonesia menurut mereka sangat bebas dan tetap memenuhi kodrat sebagai wanita yang taat beragama serta merawat keluarga.
"Selama ini informasi tentang Islam di Indonesia dan kehidupan masyarakat tidak banyak diketahui di Saudi Arabia. Bahkan gambaran yang berkembang, Islam dan masyarakat Indonesia tidak ubahnya dengan masyarakat Muslim Afrika. Padahal Indonesia jauh lebih maju," kata Siti Ruhaini. 
Baca Selengkapnya… Wanita Arab Mengagumin Muslimah di Indonesia

Senin, 09 Mei 2011

Museum Tsunami Aceh

 MUSEUM TSUNAMI ACEH

Museum Tsunami Aceh adalah sebuah Museum untuk mengenang kembali pristiwa tsunami yang maha daysat yang menimpa Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 26 Desember 2008 yang menelan korban lebih kurang 240,000 0rang.


Gedung Museum Tsunami Aceh dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yang sekaligus merangkap panitia. Di antaranya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias sebagai penyandang anggaran bangunan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) sebagai penyandang anggaran perencanaan, studi isi dan penyediaan koleksi museum dan pedoman pengelolaan museum), Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)sebagai penyedia lahan dan pengelola museum, Pemerintah Kotamadya Banda Aceh sebagai penyedia sarana dan prasarana lingkungan museum dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)cabang NAD yang membantu penyelenggaraan sayembara prarencana museum

Menurut Eddy Purwanto sebagaiPenggagas Museum Tsunami Aceh dari BRR Aceh, Museum ini dibangun dengan 3 alasan:
1. untuk mengenang korban bencana Tsunami
2. Sebagai pusat pendidikan bagi generasi muda tentang keselamatan
3. Sebagai pusat evakuasi jika bencana tsunami datang lagi.”

Perencanaan detail Museum ,situs dan monumen tsunami akan mulai pada bulan Agustus 2006 dan pembangunan akan dibangun diatas lahan lebih kurang 10,000 persegi yang terletak di Ibukota provinsi Nanggroes Aceh Darussalam yaitu Kotamadaya Banda Aceh dengan anggaran dana sekitar Rp 140 milyar dengan rincian Rp 70 milyar dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) untuk bangunan dan setengahnya lagi dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk isinya juga berisi berbagai benda peninggalan sisa tsunami.

Sebelum pembangunan dimulai panitia menyelenggarakan lomba design museum dengan Thema "Nanggroe Aceh Darussalam Tsunami Museum (NAD-TM)", lomba yang ditutup tanggal 5 Agustus 2007 berhadiah Total Rp 275 juta dengan rincian pemenang I mendapatkan Rp 100 juta,ke II Rp 75 juta,ke III Rp 50 juta dan sisanya Rp 50 juta akan dibagikan sebagai penghargaan partisipasi kepada 5 design inovatif @ Rp 10 juta.

LAHIRNYA " RUMOH ACEH AS ESCAPE HILL "


 

(Dari kiri ke kanan:A.D.Pirous,Kamal A.Arif dan Teuku Abdullah Sanny)

Seperti yang saya kutip dari saudara Johny Hartanta Sembiring,yang merupakan Anggota Tim Ahli Bidang Informatika setelah mengadakan pertemuan yang diadakan di Rumah Prof.Drs. Abdul Djalil Pirous yang merupakan Guru Besar Seni Rupa ITB bersama DR.Ir. Kamal A. Arif, M.Eng yang merupakan Pakar Museum dan Sejarah dan DR.Eng.Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc yang merupakan Pakar Geologi dan Seismik ITB di daerah Bukit Dago Pakar Timur,Bandung Pada hari Rabu, 10 Oktober 2007 yang dimlai pukul 16.00 WIB sampai malam hari ditutup dengan makan malam bersama dengan thema membahas Bahan Kajian Isi/Materi Museum Tsunami Aceh.

Museum Tsunami Aceh akan dibangun di kota Banda Aceh kira-kira 1 km dari Masjid Raya Banda Aceh, Adapun fungsi Museum Tsunami Aceh ini adalah :
1. Sebagai objek sejarah, dimana museum tsunami akan menjadi pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami.
2. Sebagai simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami.
3. Sebagai warisan kepada generasi mendatang di Aceh dalam bentuk pesan bahwa di daerahnya pernah terjadi tsunami.
4. Untuk mengingatkan bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di “Cincin Api” Pasifik, sabuk gunung berapi, dan jalur yang mengelilingi Basin Pasifik. Wilayah cincin api merupakan daerah yang sering diterjang gempa bumi yang dapat memicu tsunami.

Berikut animasi komputer bangunan Museum Tsunami Aceh yang akan dibangun dengan konsep dan design "Rumoh Aceh as escape hill" hasil maha karya Muhammad Ridwan Kamil yang kemudian menjadi Mueum Tsunami Aceh.

Perhatian: Hak cipta ada pada Muhammad Ridwan Kamil,Muhammad Yuliansyah Akbar, A.A Putra Munchana, Asep Budiman


Desain Exterior Museum


  

 Bangunan rumah tradisional masyarakat Aceh, berupa bangunan rumah panggung Aceh diambil sebagai analogi dasar massa bangunan. Dengan konsep rumah panggung, bangunan ini juga dapat berfungsi sebagai sebuah escape hill sebuah taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan sebagai salah satu antisipasi lokasi penyelamatan jika seandainya terjadinya banjir dan bencana tsunami di masa datang.



 Kemudian juga ada the hill of light, selain taman untuk evakuasi yang dipenuhi ratusan tiang, para pengunjung dapat meletakkan karangan bunga, semacam personal space dan juga ada memorial hill di ruang bawah tanah serta dilengkapi ruang pameran.



Desain ini juga sarat dengan konten lokal. Tarian saman sebagai cerminan Hablumminannas (konsep hubungan antar manusia dalam Islam) distilasi kedalam pola fasade bangunan.



Desain Interior Museum


 

Dalam desain gambar diatas terlihat sebuah lorong sempit dan remang. Melalui lorong itu kita bisa melihat air terjun di sisi kiri dan kanannya yang mengeluarkan suara gemuruh air. Lorong itu untuk mengingatkan para pengunjung pada suasana tsunami, kata Kamal A Arief.



The light of God, sebuah ruang berbentuk sumur silinder yang menyorotkan cahaya keatas sebuah lubang dengan tulisan arab “Allah” dan dinding sumur silinder dipenuhi nama para korban.sangat mengandung nilai-nilai religi merupakan cerminan dari Hablumminallah (konsep hubungan manusia dan Allah).


 Dalam menyikapi konteks urban, bangunan didesain agar dapat berfungsi juga sebagai sebuah taman kota. Lahan terbuka sebagai hasil bangunan yang diangkat di desain untuk dapat menyeimbangkan skala manusia dan bangunan.










Tampilan interior yang penuh pesona dengan mengetengahkan sebuah tunnel of sorrow yang menggiring pengunjung ke suatu perenungan atas musibah dahsyat yang diderita warga Aceh sekaligus kepasrahan dan pengakuan atas kekuatan dan kekuasaan Allah dalam mengatasi sesuatu.

"RUMOH ACEH AS ESCAPE HILL" JUARA DESIGN MUSEUM TSUNAMI ACEH

Desain Rumoh Aceh Escape Hill karya M Ridwan Kamil akhirnya memenangkan sayembara lomba desain Museum Tsunami Aceh setelah mengalahkan 68 desain yang memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan panitia dari total 153 karya yang masuk seperti yang saya kutip dari DetikNet dan Melayu Online.Pengumuman itu dikeluarkan oleh panitia pada Jumat (17/08/2007) di Ruang Sultan Selim II, Aceh Community Center, Banda Aceh. Pemenang pertama berhak mengantongi hadiah Rp 100 juta, dari total hadiah Rp 275 juta.

"Kita memilih Rumoh Aceh as Escape Hill sebagai pemenang karena dia hampir memenuhi semua kriteria penjurian. Tidak hanya sebuah bangunan monumen, tapi juga sebuah museum tsunami yang monumental. Dalam desain itu Ridwan mengilustrasikan bencana alam dalam sebuah bangunan yang sekaligus mengekspresikan kejadian tsunami 26 Desember 2004" ungkap salah satu juri Kamal A Arief pada wartawan usai pengumuman.

"Desain gambar yang tertuang dalam karya M Ridwan Kamil memperlihatkan pada lantai pertama bangunan museum adalah ruang terbuka seperti rumah tradisional Aceh.Gambar itu bermakna bahwa ruangan terbuka itu dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik dan jika terjadi banjir atau tsunami, maka laju air yang datang tidak akan terhalangi,” Kata Mirza Kumala.

LOKASI MUSEUM ACEH

Lokasi Museum Tsunami Aceh terletak diIbukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu Kotamadya Banda Aceh di Jalan Sultan Iskandarmuda dekat simpang jam, di seberang lapangan Blang Padang.persisnya di bekas kantor Dinas Peternakan Aceh sebelah pemakaman kuburan belanda (Kerkhoff). 

 

GAMBAR DESIGN MUSEUM TSUNAMI ACEH
Gambar ini saya ambil dari http://kedaikopi.serambinews.com yang diposting oleh saudara Iradis.


 
  

MUSEUM ACEH MENJELANG FINISHING

Gambar ini saya ambil dari http://kedaikopi.serambinews.com yang diposting oleh saudara Iradis.

                                                






 

MUSEUM TSUNAMI ACEH DIRESMIKAN OLEH PRESIDEN RI - SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Pada tanggal 23 Februari 2008 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Aceh untuk meresmikan Museum Tsunami Aceh di lapangan Blang Padang Banda Aceh sekalian meremikan dan menandatangani ke 12 proyek pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi dan infrastruktur di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang telah selesai dikerjakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Departemen Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi NAD, Pemerintah Kota Banda Aceh dan para lembaga mitra.

1. prasasti TamanInternasional “Aceh Thanks The World”
2. Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue
3. Politeknik Aceh
4. Bendungan Keuliling
5. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR
6. Jembatan Krueng Keureuto di Aceh Utara
7. Jembatan Cundadi Lhokseumawe
8. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Aceh Tenggara
9. SPAM Aceh Selatan
10.Terminal Penumpang Tipe A Banda Aceh
11.Stasiun Perum Damri beserta 28 bus Damri
12.Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) di Aceh.

BRR SERAHKAN MUSEUM TSUNAMI ACEH KEPADA PEMDA NAD

Kepala BRR Aceh-Nias Kuntoro Mangkusubroto menserahkanterimakan aset senilai Rp 89 miliar kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Selaku Gubernur NAD, Sabtu (21/2) sore di kantor Gubernur Aceh. Aset-aset yang diserahkan itu berupa gedung Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana senilai Rp 11 miliar, Museum Tsunami (Rp 66 miliar), gedung batik (Rp 2 miliar), serta Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Rp 9 miliar).

Dalam serah terima tersebut Kepala BRR mengatakan, Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana yang terletak di Ulee Lheue menjadi pusat pembelajaran tsunami dan bencana di Aceh. Bahkan, Pusat Riset ini akan terkoneksi langsung dengan Pusat Tsunami di Hawai dan Jepang. Diharapkan, dengan adanya Pusat Riset Tsunami ini, masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia bisa tanggap terhadap bencana dan mempunyai pengetahuan yang memadai terhadap tsunami.

“Kita menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Aceh yang sudah menyiapkan lokasi museum. Museum ini sangat bagus.Museum Tsunami ini akan menjadi landmark bagi Aceh untuk memperingati dan mengenang bencana tsunami,”kata Kuntoro
 

Kuntoro Mangkusubroto,Irwandi Yusuf ,Pierre Philippe Head of Operations European Commission and Andrew Steer, World Bank Country Director Indonesia

“Tentunya aset-aset yang diserahterimakan ini telah melalui proses verifikasi kedua belah pihak. Memang belum banyak yang diserahkan hari ini, tapi hari ini adalah tonggak aset yang paling besar, yaitu Museum Tsunami,” kata Irwandi Yusuf penyerahan aset ini merupakan rangkaian dari penyerahan aset kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah terlebih dahulu diserahterimakan..

Irwandi Yusuf berharap, melalui Museum Tsunami ini Pemerintah Aceh bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk luar negeri, untuk memaksimalkan museum ini. “Alangkah konyolnya jika gedung itu tidak dipakai. Selain itu, kami berharap pada BRR, kalau ada aset-aset yang kurang sempurna mohon disempurnakan,”

WARGA ACEH MULAI MENGUNJUNGI MUSEUM TSUNAMI ACEH



Sejak diresmikan beberapa hari lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono museum tsunami Aceh yang terletak di jalan T. Iskandar Muda ramai dikunjungi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar. Terlihat beberapa pengunjung sedang beristirahat setelah melihat fasilitas museum.

Museum tsunami yang penuh perlambang ini berdiri seperti mercu suar di Banda Aceh dengan bentuk kapal yang terdiri dari 4 tingkat dan dihiasi dekorasi bermotif Islam.

Atapnya menggambarkan ombak sedang di lantai pertama dipamerkan rumah tradisional Aceh yang dilengkapi dengan peralatan untuk bisa bertahan menghadapi tsunami.
 

 Para pengunjung juga diajak berjalan melewati lorong sempit dan gelap dengan dua dinding air untuk menghadirkan suasana kepanikan saat tsunami datang.



 



Baca Selengkapnya… Museum Tsunami Aceh

Kereta Api Baru yang Telah Dimiliki Indonesia [NEW]

 Jadi yang keliling Solo itu Tramnya, dan yg ke Wng Railbusnya
 Jadi ngiri lihat Tramnya bagus banget, tapi saya kok pernah lihat gambar serupa yg di foto tram itu nabrak pembatas jalan waktu di pamerkan (sepertinya di Jakarta), kalau nggak salah itu hasil kerjasama dengan UI Depok CMIW.

Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengaku optimistis pengelolaan railbus bisa maksimal sebagai model transportasi massal yang baru di Kota Bengawan.


Demikian disampaikan Rudy menanggapi komentar miring dari kalangan anggota DPRD yang menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Solo masih terlalu dini membutuhkan transportasi massal jenis railbus.”Kalau diawali dengan rasa pesimistis maka semua akan berjalan tidak maksimal di kemudian hari. Untuk itu, kita harus optimistis agar pengelolaan railbus ke depan bisa lebih baik,” tukas Rudy kepada wartawan seusai menghadiri sidang paripurna Nota Jawaban Walikota atas Pemandangan Umum Fraksi di Graha Paripurna.
 Rudy menegaskan bahwa railbus merupakan proyek jangka panjang. Dalam hal ini, pihaknya tidak sepakat jika pengadaan railbus ini dinilai masih terlalu dini. ”Justru dengan persiapan sedini mungkin itu nanti akan membuat persiapan menjadi lebih matang,” tutur politisi dari PDI Perjuangan ini.

Dalam kesempatan itu, Rudy menerangkan bahwa pengadaan Railbus ini merupakan hibah murni dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) senilai Rp 16 milliar. Rencananya, sebanyak tiga unit railbus akan diujicobakan pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Solo pada Februari mendatang. Dia mengakui, sejauh ini memang belum menjalin komunikasi dengan jajaran legislatif terkait adanya kucuran bantuan dari Kemenhub tersebut. Kendati belum dioperasikan, harga tiket railbus milik Pemkot Surakarta sudah diumumkan. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Yosca Herman Soedradjad, tarif kereta tersebut tak akan melebihi tiket KA Feeder jurusan Solo-Wonogiri senilai Rp 2.500.“Ya setidaknya masih setara dengan harga tiket Feeder,” kata Herman. Dia menyatakan, railbus yang didatangkan dari PT Inka Madiun ini baru dioperasikan sekitar tiga bulan lagi. Pasalnya, sesuai permintaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), desain interior, khususnya pada atap harus ditinggikan. Karena itu, butuh waktu lagi untuk menambah proses pengerjaan. Belum lagi, Pemkot harus mengantongi izin operasi railbus sebagai moda transportasi umum.
 Bahkan, Herman juga mengakui bahwa perjalanan railbus dari Madiun menuju Kota Bengawan, Kamis (17/2) malam, belum mengantongi izin. Namun, dia menyebut bahwa kereta tersebut dapat dikategorikan sebagai KA Luar Biasa. “Meski belum ada izin, tidak apa-apa. Kan ini sama halnya Kereta Luar Biasa (KLB),” ungkapnya.

Kereta – Kereta Api Paling Mewah
Untuk menunjang kepariwisataan, PT. Kereta Api (Persero) memberikan pelayanan carter kereta khusus wisata juga berbagai keperluan seperti : rapat, pesta pernikahan, ulang tahun, dsb di atas Kereta Api menuju berbagai kota tujuan.
Saat ini PT. Kereta Api (Persero) menyediakan tiga kereta wisata,Ketiga kereta wisata tersebut dapat dirangkaikan pada Kereta Api Reguler yang dilengkapi dengan kereta pembangkit (listrik) berkekuatan minimal 300KVA, seperti : KA Argobromo Anggrek, Argo lawu, Dwipangga, Argo Muria, Argo Gede, Bima dan Sembrani.

Kereta Wisata Nusantara 

    
  
 Disebut kereta wisata Nusantara karena desain interior dan segala pernak – perniknya menggambarkan seni dan keindahan dari berbagai pelosok pulau nusantara, sehingga bila kita berada di dalam kereta ini dapat menikmati desain interior yang bernuansa nusantara.
Kereta yang bernomor seri 67501 ini memiliki kapasitas tempat duduk ekslusif untuk 19 orang. Kamar tidur untuk 2 orang yang dilengkapi kaca rias, lampu tidur dan wastafel.
 Untuk melihat pemandangan luar arah belakang secara leluasa tersedia balkon VIP, sedangkan lobi tengah yang ditata mewah dilengkapi Audio, Video/TV monitor, pendingin ruangan (AC), kamar mandi (Toilet) juga tersedia di dalam kereta ini.

Kereta Wisata Bali 

   

Kereta ini interiornya di desain dan dilengkapi dengan ukiran dan lukisan yang bernuansa Pulau Dewata Bali. Bagi para turis yang menggunakan kereta ini sudah mendapat gambaran baik seni, budaya maupun keindahan pulau Bali. Melalui lukisan dan ukuran yang ditata dengan rapih dan apik dalam kereta. Kereta wisata bali bernomor seri S.67801 memiliki 22 tempat duduk ekslusif dalam 2 ruangan, 16 tempat duduk terletak di Meeting Room dab 6 tempat duduk diruangan khusus (kabin). Fasilitas lainnya seperti Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video dan pendingin ruangan (AC) tersedia di dalam kereta ini.

Kereta Wisata Toraja

 
 
Kereta wisata Toraja yang bernomor seri S67802 ini memiliki kapasitas 22 tempat duduk ekslusif, 16 tempat duduk di Meeting Room dan 6 tempat duduk diruang khusus (kabin) serta dilengkapi Mini Bar, kamar mandi (toilet), Audio/Video, pendingin ruangan (AC). Dinamakan Kereta Wisata Toraja karena desain interior serta ukiran dan lukisan di sekitar dinding kereta menggambarkan seni dan budaya daerah Toraja.


Gimana menurut anda? Apakah Indonesia masih ketinggalan Jaman???? 

Baca Selengkapnya… Kereta Api Baru yang Telah Dimiliki Indonesia [NEW]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...